Jalan Hijrahku

 JALAN HIJRAHKU
by  : Muhammad Akil

Setelah tamat dari masa putih abu-abu tepatnya 2016 diriku ini sudah sangat percaya diri sekali untuk memasuki Universitas yang akan aku jalani hingga menjadi seorang sarjana yang bermutu dan berkelas serta memiliki jiwa pendidikan yang akan kuberikan kelak kepada penerus generasi bangsa.

Tidak hanya itu yang akan aku urus dikemudian hari aku juga harus berdoa bahwa jodoh tidak akan kemana-mana. Sangat tepat sekali dengan pengumuman hasil SNMPTN aku lulus melewati prosesnya dan akhirnya aku menjadi seorang mahasiswa hahaha, sangat senang bagi diriku sendiri dan untuk keluargaku yang sudah mendoakan sedalam-dalamnya. Permasalahan cintapun datang disaat awal perkuliahaan yang begitu cepat dan secara tiba-tiba padahal niatku untuk memasuki Universitas itu dengan cara untuk tidak mengenal yang namanya”Pacaran”.

Dunia kuliah sangat jauh bedanya dari dunia Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, letak bedanya itu suasana antara lawan jenis dan suasana ketika sedang jatuh cinta maka dari itu diriku ini ingin sekali menjauhkan hal itu dengan cara beristiqomah agar memperbaiki diri untuk saat ini dan untuk masa depan yang akan datang dengan cepat.

Memperbaiki diriku mungkin agak beda dengan hal-hal orang lain yang sedang move-on dari mantan dari masalah dari berbagai jenis kendala yang dimiliki setiap orang tapi, aku berbeda aku menghindar sekaligus menetapkan serta mengabaikan apa yang sedang terjadi padaku karna aku percaya setiap yang diberi pasti ada hikmahnya untuk dikontrol seperti pemikiran negatif dan pemikiran positif.

Setelah hal itu terjadi aku tidak lupa bagaimana prinsipku dalam perkuliahan tidak terjebak oleh cinta dikalangan mahasiswa tetapi, ada saja cobaan dan rintangan untuk ingin melakukan “pacaran” ada sepatah kalimat yang berbunyi “Jika ada niat disitulah akan terbentuknya rintangan” dan itu sedang terjadi padaku yang saat ini bisa dibilang setiap harinya aku merasakan cinta itu memang ada dan macam-maca pula bentuk rintangannya.

Setiap rintangannya berbeda-beda pada pola waktunya seperti didalam perkuliahan sedang berlangsung tatap muka bersama dosen, memang sih iya ia memang terlihat menawan dikelas karna satu-satunya wanita yang bisa dibilang manis senyumnya. Perasaan ini terjadi ketika ia meminta uangkas pada bulan pertama ya wajar saja bulan pertama kuliah masih lupa nama-nama teman baru disemester pertama. Ketika, ia meminta uangkas ia memanggilku dengan lembut serta satu kelas berteriak “ Ciyeeee” sambil berkata “So Sweet yang diminta ya”.

Untuk menahan perasaan ini dengan cara mengabaikan pandangan mata dengan matanya dan cara ini sangat ampuh khususnya bagi diriku ini, sekilas beberapa minggu kemudian menjelang memasuki semester dua dalam perkuliahan ia sudah memiliki pasangan yakni seniornya ntah bagaimana ceritanya bagaimana mereka bisa saling menyukai dan Alhamdulillah diriku ini dijauhkan dari perasaan menyukainya.

Semester berubah secara cepat tanpa melihat hari sudah memasuki semester dua, dalam hal ini aku bosan yang namanya kuliah cuman datang lalu absen setelah itu pulang aku tidak bisa begini aja dong dalam kuliah aku harus melakukan sesuatu yang lebih dari kuliah. Lalu aku mencari yang namanya Bem disosial media dan ketemu berupa kegiatan yang praktis mengajar kesekolah sekali seminggu dengan kegiatan yang aktif tidak terlalu fokus dalam menjelaskan mata pelajaran yang ada disekolah. Pada awalnya mendekati sosok jelita itu dengan cara memperkenalkan diriku ini sebagai apa dalam kegiatan.

Kejadian kali ini menimbulkan perasaan yang datang lagi menyukai dalam sosok wanita yang jelita nah ini sudah pasti rintangan selanjutnya akan berbeda dari pada sebelumnya. Kalau yang ini ntah kenapa perasaan ini meningkat dua kali lipat ingin memperkenalkan diri ini yang membuktikan kalau diriku ini sedang jatuh cinta, aku berusaha untuk mengabaikannya ternyata tidak bisa oke kalau begitu.

Aku memakai prinsip lain dimana air dan minyak takkan pernah menyatu hanya saja sama-sama hal berbentuk cairan yang berguna maksudnya seperti ini, ya memang aku sudah terperangkap jatuh cinta kepada sosok jelita itu bukan berarti aku harus ingin memilikinya seutuhnya karna sosok jelita itu belum tentu akan menerimaku karna aku gak berani untuk mencari tahu apakah orang yang aku sukai akan menyukaiku juga sebaliknya.


Sadar bahwa ini godaan dahsyat bagi diriku apakah aku harus melakukannya sekarang apa tidak atau jangan-jangan ini hanya perasaanku saja rupanya aku sedang tidak bermimpi maka salah satu caranya aku menjumpai guru agama yang ada disekolah itu. Lalu aku ingin berpendapat dengan guru itu dengan mulai percakapan yang baik dan benar apa penting sebuah pacaran untuk usia seperti ku sangat perlu dilakukan sekarang ? jawaban sang guru adalah “Tidak”.

Berkata lain guru ini menyimpulkan dengan cepat apa yang aku sampaikan beliau memang memberiku motivasi yang terbaik dalam hal percintaan beliau mengatakan “untung pacaran itu tidak ada yang ada hanyalah kerugian masa usia yang masih seumur jagung sudah harus pacaran  lebih baik memperbaiki diri dengan memperbanyak ilmu dan tidak lupa urus saja terlebih dahulu pendidikan sekarang”

Mendengar nasihat sang guru tiba-tiba ada yang merasuki pemiranku ini yakni ternyata selama kegitan berlangsung aku memang menyukai bahkan rasa cinta itu memang ada tapi sulit untuk mengatakannya rupanya ini hanyalah penilaianku sendiri karna aku terlalu mengagumi bukan terlalu menyukai bukan apa-apa hanya saja aku mengagumi sosok jelita itu, ini kedua kalinya diriku harus mengabaikan perasaan seperti ini. Tetap berusaha tidak memikirkannya sepanjang waktu ketika kegiatan berlangsung mengajar karna ada yang mengawasi ketika sedang mengajar anak-anak sekolah dasar yaitu beberapa guru.

Menghindar dari wanita yang begitu menawan memang susah mengendalikan perasaan hanya saja bila ada niat untuk menghindarinya pasti aka nada jalan mudahnya. Masih dalam kegiatan dan juga masih mendekati dengan wanita yang jelita ini selama kegiatan selalu saja menatapnya bahkan sangkin dekatnya mau aja salah tingkah trus acting lupa mau ngomong apa, Setiap kegiatan selama 4 jam seharian yah itulah cara mengabaikan yang tepat bagiku mungkin ini yang namanya cuma perkenalkan diri tapi tidak memperkenalkan isi hati hahaha.

Selama berkegiatan berlangsung sudah lanjut minggu ketiga tiba-tiba ada yang aneh yakni sosok jelita itu tidak ada lagi mengikuti kegiatan mengajar dan satu hal lagi yang paling penting apakah ini memang tanpa dugaan atau memang waktu yang membuat diriku ini memang harus menghindar dari sosok jelita itu, dalam hati serasa aneh tapi Alhamdulillah diri ini bisa mengabaikan untuk kedua kalinya. hingga untuk kegiatan minggu depan tidak pernah lagi berjumpa dengan sosok jelita itu ya waktu memang benar menjawab semuanya.
Sebelum kedua hal yang hampir membuatku jatuh cinta ada beberapa kendala dalam alur cerita ini tapi bagaimana dengan hal yang pertama sekali yaitu hanya ada disosial media belum pernah bertemu sekali hanya kenal lewat sosial media beberapa ketemu tapi jarak untuk memulai belum bisa.

Awalnya hanya iseng-iseng liat beberapa anak hits di sosia media eh ntah kenapa ada satu foto yang pernah aku jumpai waktu pertama kali seminar dan orangnya sangat tepat sekali disitulah pertama kali terbentuknya perasaan yang menggejolak rasa-rasa pengen nikah muda bareng dia mentang-mentang zamannya nikah muda hahaha. Sampai disitu perkenalan baru saja dimulai dimana ingin memperkenalkan isi hati kepadanya tapi secara perlahan-lahan.

Hijrahku seperti statistic kadang naik kadang turun ya seperti itulah kira-kira dibalik itu semua, aku akan tetap memperbaiki diri sebanyak-banyaknya hingga pada akhirnya aku takkan menyerah apa yang aku mimpikan yakni menjadi seorang tenaga pendidikan barulah aku akan mengejar hati seseorang yang akan menemaniku hinggar akhir hayat.

 Bila sebelum itu semua terjadi bagaimana dengan hal yang sedang terjadi padaku ini aku telah memperkenalkan diri dengannya tapi melalui sosial media belum pernah jumpa dari semester satu hingga mau semester empat ini belum pernah jumpa sekalipun untuk bertemu walaupun, hanya sekilas lewat pandanganku saja. Bisa kusimpulkan bahwa aku masih meyimpan rapi namamu serta dalam doa, semoga kelak sesuatu yang besar akan segera aku datangkan kepadamu dengan bahagia yang seutuhnya, ini berbeda dari dua yang aku abaikan.

Apakah ada yang namanya hijrah sepertiku ini aku masih bingung sendiri bagaimana cara mengatasi hal seperti ini aku telah mencari sosulisinya seperti apa dan mau melakukan apa kepadanya, haruskah aku berada didalam cinta yang diam. Aku sangat mencintainya hanya saja tak bisa mengungkapkan dengan hal yang hebat meskipun belum bisa menampakkan diriku yang sesungguhnya karna yang aku tahu semakin naiknya umur seseorang semakin takut untuk memiliki pendamping.

Hijrahku takkan berhenti disini meskipun dalam hal cinta dalam diam lebih baik bagiku agar aku bisa memperbaiki diri hingga suatu hari aku akan mampu menemanimu atau mendampingmu untuk selamanya.

Komentar

Postingan Populer